Bencana gempa bumi kembali menggugah rasa solidaritas masyarakat. Kali ini, saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan uluran tangan setelah wilayah tersebut diguncang gempa berkekuatan 7,7 magnitudo . Gempa tersebut menyebabkan kerusakan besar. Hingga saat ini, dilaporkan 70 orang meninggal dunia dan ribuan warga harus mengungsi karena rumah maupun bangunan tempat tinggal mereka roboh. Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, serta tempat tinggal sementara berupa tenda menjadi sangat mendesak. Melihat kondisi tersebut, temanBIKE Magelang tergerak untuk ikut membantu. Komunitas pesepeda Magelang ini menggalang donasi sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap para korban gempa NTT. Bagi temanBIKE, bersepeda bukan sekadar aktivitas untuk menjaga kesehatan dan menikmati perjalanan, tetapi juga menjadi sarana untuk berbagi kebaikan . Bukan Pertama Kali Magelang Bergerak Gerakan kepedulian terhadap korban bencana bukanlah h...
Merdeka! Seruan itu kembali menggema di berbagai penjuru negeri saat Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Namun, di tengah semangat kemerdekaan tersebut, ada sebuah pertanyaan yang patut kita renungkan bersama: apakah pesepeda sudah benar-benar merdeka di jalanan? Semangat itulah yang dibawa oleh para pesepeda Magelang dalam kegiatan bersepeda bersama bertajuk “Merdeka Bersepeda” pada Sabtu, 15 Agustus 2026 . Dengan titik kumpul, start, dan finish di Loka Budaya , puluhan pesepeda dengan antusias mengikuti kegiatan ini. Kayuhan demi kayuhan menjadi cara sederhana untuk merayakan kemerdekaan—merayakan kebersamaan, kesehatan, sekaligus kebebasan memilih sepeda sebagai alat transportasi. Kemeriahan acara tentu menjadi energi positif bagi gerakan bersepeda di Kota Magelang. Namun, di balik tawa, kibaran Merah Putih, dan ramainya peserta yang mengayuh bersama, masih ada sejumlah catatan yang tidak boleh kita abaikan. Pesepeda Belum Sepenuhnya Merdeka ...