Jumat malam, 29 Mei 2026, suasana Tugu ANIEM tampak berbeda dari biasanya. Puluhan pesepeda dari berbagai usia — mulai anak muda hingga pesepeda senior — berkumpul membawa sepeda lengkap dengan lampu kelap-kelip warna-warni yang menyala di tengah malam Kota Magelang. Mereka datang bukan sekadar untuk gowes santai. Malam itu, Magelang Last Friday Ride berubah menjadi suara protes jalanan. Tepat pukul 20.00 WIB, rombongan mulai bergerak dari kawasan Tugu ANIEM. Namun ada yang berbeda dari rute biasanya. Jika umumnya pesepeda memilih jalur sepeda atau sisi kiri jalan, kali ini rombongan justru memenuhi jalur cepat kota. Bukan tanpa alasan. Aksi tersebut menjadi simbol keresahan pesepeda terhadap kondisi jalan yang dinilai belum ramah bagi pengguna sepeda. Jalur sepeda yang kerap dipakai parkir liar, dipenuhi kendaraan bermotor, hingga minim perlindungan keselamatan membuat banyak pesepeda merasa “tersisih” di kotanya sendiri. Malam itu, para pesepeda mencoba menyampaikan pesan...
Polusi udara dari kendaraan bermotor berbahan bakar fosil masih menjadi salah satu penyumbang utama emisi gas buang di perkotaan. Kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi untuk perjalanan jarak dekat sering kali tanpa disadari memperburuk kualitas udara dan lingkungan sekitar. Melalui kampanye #jumatbersepeda , MagelangBike mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri menggunakan sepeda setiap hari Jumat. Gerakan ini bukan sekadar aktivitas olahraga, tetapi juga upaya sederhana untuk mengurangi emisi kendaraan bermotor sekaligus membangun budaya transportasi ramah lingkungan di Kota Magelang. Kota Magelang sendiri pernah mencanangkan Gerakan Magelang Bersepeda untuk Kerja dan Sekolah pada peringatan Hari Sepeda Dunia bulan Juni 2024. Gerakan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penggunaan sepeda sebagai moda transportasi harian yang sehat, hemat, dan ramah lingkungan. Selain itu, Kota Magelang memiliki daya tarik tersendiri bagi pesepeda. Kehadiran jalur sepeda yang...