Langsung ke konten utama

Ketika Jumat Kliwon Jadi Lebih Seru dari Biasanya Bersama Magelang NightRide

Setelah lima hari berjibaku dengan pekerjaan, tugas, dan rutinitas yang padat, Jumat malam menjadi waktu yang tepat untuk melepas penat. Di Kota Magelang, ada cara yang berbeda untuk menikmati malam akhir pekan: bergabung bersama Magelang NightRide, kegiatan bersepeda malam yang rutin digelar setiap hari Jumat.

Setiap pekan, para pesepeda dari berbagai komunitas dan latar belakang berkumpul di Tugu Aniem. Tak hanya pengguna sepeda balap, peserta juga datang dengan berbagai jenis sepeda, mulai dari MTB, city bike, sepeda lipat, hingga sepeda klasik. Semua menyatu dalam satu semangat yang sama: menikmati kota dari atas sadel sepeda.

Pada Jumat malam kemarin, Magelang NightRide kembali menghadirkan pengalaman yang berbeda. Bertepatan dengan malam Jumat Kliwon yang oleh sebagian masyarakat dianggap memiliki nuansa mistis, panitia memilih rute yang cukup menantang dan memacu adrenalin peserta. Jalur yang dilewati menghadirkan suasana malam yang unik, membuat gowesan kali ini terasa lebih seru dan berkesan.

Lebih dari 80 pesepeda dari berbagai usia turut meramaikan kegiatan ini. Sepanjang perjalanan, rombongan tampak mencolok dengan lampu kelap-kelip yang menghiasi sepeda mereka. Cahaya-cahaya tersebut bukan hanya mempercantik iring-iringan, tetapi juga menjadi penanda keselamatan bagi pengguna jalan lainnya.

Selama kurang lebih 60 menit, para peserta berkeliling Kota Magelang bersama-sama. Meski bergerak dalam rombongan besar, satu hal yang selalu menjadi ciri khas Magelang NightRide adalah kedisiplinan para pesertanya. Mereka tetap mematuhi aturan lalu lintas dengan berhenti saat lampu lalu lintas menyala merah. Bahkan, ketika pengguna jalan lain memberikan ruang untuk rombongan melintas, para pesepeda tak lupa mengucapkan terima kasih.

Budaya saling menghargai inilah yang menjadi salah satu nilai penting yang terus dijaga dalam setiap pelaksanaan Magelang NightRide. Kegiatan ini bukan sekadar bersepeda bersama, tetapi juga menjadi kampanye nyata tentang pentingnya berbagi ruang di jalan raya antara pesepeda, pengendara motor, maupun pengguna kendaraan lainnya.

Tujuan acara ini sebenarnya sangat sederhana. Selain menjadi sarana hiburan dan pelepas stres setelah seminggu bekerja, Magelang NightRide juga mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan budaya bersepeda. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi dan bersosialisasi antar pesepeda. Banyak pertemanan baru lahir dari gowesan santai setiap Jumat malam ini.

Menariknya, Jumat malam kemarin merupakan penyelenggaraan Magelang NightRide yang ke-528. Sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensi dan semangat komunitas dalam menjaga tradisi bersepeda malam di Kota Magelang.

Dengan suasana yang santai, rute yang selalu menarik, dan kebersamaan yang hangat, Magelang NightRide membuktikan bahwa bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga tentang membangun komunitas dan menciptakan ruang positif di tengah masyarakat.

Jadi, kapan temanBIKE akan ikut merasakan serunya bersepeda bersama Magelang NightRide? Jumat depan, Tugu Aniem kembali menanti. 🚴✨

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puluhan Pesepeda Antusias Ikut Magelang Night Ride Reborn

Puluhan pegiat sepeda yang tergabung beberapa komunitas, mencoba membangkitkan kembali gerakan bersepeda tiap malam Jumat. Kegiatan itu sempat terhenti saat meluasnya pandemi covid 19. Jumat Malam (20/6) puluhan pegiat sepeda memenuhi jalur sepeda kota Magelang. Mereka tergabung dalam komunitas fixie, lowrider, sepeda komuter, sepeda lipat dan sebagainya  mengikuti kegiatan ‘Magelang Night Ride’. ‘’Bertajuk Magelang Right Ride Reborn, kami ada dan berlipat ganda,’’ kata Koordinator  Acara Carwin Deviantoro, Dilengkapi lampu warna warni, puluhan pesepeda berkumpul di Tugu Aniem, Aloon-aloon Kota Magelang. Menyusuri jalur sepeda,  pesepeda antusias  mengikuti Magelang Night Ride atau bersepeda malam. Kegiatan itu,  lanjut Carwin, juga dikuti  beberapa warga masyarakat yang tertarik mengikutinya. Dengan lampu warna warni dan berkelap kelip, rombongan pesepeda melintas di jalanan di Kota Magelang.  Carwin mengungkapkan,  kegiatan ini sebagai wadah ber...

Puluhan pesepeda ramaikan gelaran MFWC#44 dan MFSR#1

Selama dua hari berturut-turut, Sabtu (06/07) dan Minggu (06/07) puluhan pesepeda antusias ikuti bersepeda bersama dalam acara Magelang First Week Cycling (MFWC) ke 44  dan Magelang First Sunday Ride (MFSR) Pertama.  Puluhan peserta didominasi Gen Z dengan berbagai jenis sepeda, seperti gravel, commuter maupun fixie. Tampak ikuti kegiatan MFWC ini, Ketua DPRD Kota Magelang, Evin Kamil pada hari Sabtu. Dikutip dari akun instagram pribadinya, Evin Kamil menyatakan bahwa selain menyehatkan kegiatan semacam ini juga sebagai langkah kecil mengurangi emisi dengan bersepeda sebagai kendaraan ramah lingkungan.  Dia berharap, kegiatan positif semacam ini terus berjalan agar Kota Magelang selalu menjadi kota yang nyamam, asri penuh dengan semangat kebersamaan.  Doni Akmarudin, selaku koordinator MFWC menambahkan bahwa MFWC merupakan kegiatan rutin bersepeda yang dilakukan pada sabtu sore pertama tiap bulannya. Dan MFWC kali ini adalah yang ke 44 setelah vakum selama 5 tahun ak...

MagelangBIKE halalBIKEhalal dengan Komunitas Sepeda Magelang

Lebih dari 50 pesepeda dari berbagai komunitas berkumpul di tugu aniem aloon - aloon.  Masih dalam suasana lebaran sambil bertukar  kue kering hari raya dari rumah mereka saling pesepeda  bersalam-salaman.  Selanjutnya, pesepeda berbagai komunitas keliling kota. Menempuh jarak total hampir 19 km. Rute yang ditempuh susuri jalur sepeda jalan a. Yani keluar masuk perkampungan dan berakhir di aloon - aloon Kota Magelang.  Menurut siska sriyoga atau biasa disapa masyoga, Acara ini diselenggarakan untuk mempererat tali persaudaraan pesepeda di kota magelang. Tidak hanya itu, kegiatan ini untuk menggaungkan kembali semangat bersepeda bagi masyarakat.  "Acara ini sekaligus dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Magelang ke 1119"  Pesepeda sempat berhenti di beberapa titik yang jarang dilalui pesepeda salah satunya kampung habitat.   Dodi, salah satu peserta yang berasal dari Yogyakarta menyambut gembira kegiatan hari ini. Terlebih ketika di aloon-al...