Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Bersepeda dalam Senyap: Mengayuh dengan Empati

Ada kalanya jalanan terasa berbeda. Bukan karena rute yang berubah, tapi karena hati yang sedang berduka. Kabar kecelakaan kereta di Bekasi menyisakan luka yang tak hanya dirasakan oleh keluarga korban, tetapi juga oleh kita semua sebagai sesama manusia. Di tengah duka ini, komunitas pesepeda memilih satu cara sederhana namun penuh makna: bersepeda dalam senyap. Tanpa teriakan, tanpa riuh canda seperti biasanya, kayuhan kali ini menjadi ruang refleksi. Setiap putaran pedal adalah doa yang dipanjatkan. Setiap tarikan napas adalah harapan agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Bersepeda bukan sekadar aktivitas fisik. Ia bisa menjadi bahasa empati. Dalam diam, kita belajar merasakan—bahwa keselamatan adalah hal yang tak pernah bisa dianggap sepele, baik di jalan raya maupun di rel perjalanan. Melalui momen ini, mari kita luangkan waktu sejenak: Menundukkan kepala, mengirimkan doa terbaik untuk para korban Menguatk...

Ride4Earth Magelang: Dari Gowes, Tumbuh Harapan untuk Bumi

Pagi itu, suasana di kawasan Tugu ANEIM (ANIEM) Magelang terasa berbeda. Puluhan pesepeda dari berbagai komunitas berkumpul, bukan sekadar untuk gowes biasa, tapi membawa satu semangat yang sama: merayakan Hari Bumi dengan aksi nyata lewat Ride4Earth . Mengayuh sepeda sejauh lebih dari 30 kilometer pulang-pergi, para peserta melaju menuju Sendang Mudal di Kecamatan Sawangan. Perjalanan ini bukan hanya tentang jarak, tapi juga tentang dampak. Dari kegiatan ini, diperkirakan lebih dari 8 kilogram emisi karbon berhasil ditekan—sebuah langkah kecil yang berarti dalam upaya melawan perubahan iklim. Namun, inti dari Ride4Earth bukan hanya di jalanan. Sesampainya di Sendang Mudal—sebuah mata air yang kini dikelola oleh BUMDes—para peserta langsung beralih dari gowes ke aksi lingkungan. Lebih dari 50 bibit pohon ditanam, terdiri dari aren, jambu kristal, dan murbei. Bibit-bibit ini merupakan dukungan dari BPBD Kabupaten Magelang, sebagai bagian dari kolaborasi nyata dalam mitigasi bencana, khu...

1120 Tahun Kota Magelang: Harapan Kecil dari Atas Sadel

Tanggal 11 April 2026 jadi momen spesial—Kota Magelang resmi menginjak usia 1120 tahun. Usia yang panjang, penuh cerita, dan tentunya penuh harapan baru. Buat kami para pesepeda, hari jadi ini bukan cuma soal selebrasi, tapi juga waktu yang pas untuk membayangkan masa depan kota yang makin ramah… terutama buat yang memilih hidup di atas dua roda. Magelang, Kota Nyaman untuk Dikayuh Harus diakui, Magelang itu salah satu kota yang enak banget buat bersepeda. Jalanannya relatif bersahabat, udaranya masih cukup segar, dan yang paling penting—sudah mulai tersedia jalur sepeda terproteksi yang dilengkapi dengan pepohonan perindang. Gowes pagi atau sore jadi bukan sekadar olahraga, tapi juga healing tipis-tipis. Nggak cuma itu, sekarang juga mulai banyak fasilitas ramah sepeda. Dari parkiran sepeda di beberapa titik, sampai tempat nongkrong yang welcome banget sama pesepeda. Mau ngopi sambil istirahat habis gowes? Aman. Mau parkir sepeda tanpa was-was? Sudah mulai tersedia. Tapi… ...

ASN Naik Sepeda? Kabar Baik, Tapi Jangan Cuma Jadi Wacana

Surat edaran terbaru dari Wali Kota Magelang soal transformasi budaya kerja ASN cukup menarik perhatian. Di tengah dorongan efisiensi energi, ada satu poin yang bikin kami di temanBIKe MagelangBIKe cukup senyum lebar: ajakan untuk beralih ke transportasi ramah lingkungan, termasuk sepeda. Akhirnya, sepeda mulai dilirik serius. Kabar Baik: Sepeda Diakui sebagai Solusi Jujur, kami menyambut baik langkah ini. Selama ini kami sudah sering bilang—bersepeda itu bukan sekadar gaya hidup, tapi bagian dari solusi. Krisis iklim makin nyata, krisis energi juga bukan isu jauh di sana. Dan sepeda hadir sebagai jawaban yang sederhana tapi berdampak besar. Tanpa polusi. Tanpa BBM. Minim biaya. Plus bikin badan lebih sehat. Kalau ASN sebagai bagian dari sistem pemerintahan mulai bersepeda, dampaknya bisa besar. Bukan cuma soal penghematan energi, tapi juga memberi contoh ke masyarakat. Dan di atas kertas, arah kebijakan ini sudah benar. Bahkan dalam edaran disebutkan perlunya mengurangi penggu...

magelangBIKe Bagikan 50 Kg Sayur Gratis di Tugu ANIEM, Dukung Petani Lokal di Tengah Anjloknya Harga

Aksi sosial pesepeda Magelang bantu petani Desa Sumber sekaligus ajak masyarakat perkuat ketahanan pangan jelang musim kemarau Magelang, 1 April 2026 — Komunitas pesepeda yang tergabung dalam gerakan magelangBIKe menggelar aksi sosial bertajuk magelangBIKe Berbagi Sayur di kawasan Tugu ANIEM, Kota Magelang, Rabu (1/4). Kegiatan ini melibatkan para pegiat sepeda dari berbagai komunitas di Magelang yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan kesejahteraan petani lokal. Dalam kegiatan tersebut, para peserta membagikan hampir 50 kilogram sayuran segar berupa timun dan sawi kepada para pengguna jalan. Sayuran tersebut merupakan hasil panen petani lokal dari Desa Sumber, Kecamatan Dukun, yang saat ini menghadapi penurunan harga jual di pasaran. Koordinator kegiatan, Siska Sriyoga , menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap petani sekaligus kepedulian kepada masyarakat. “Kegiatan ini kami lakukan untuk membantu petani yang harga jual timunnya sedang anjlok,...