Ada kalanya jalanan terasa berbeda. Bukan karena rute yang berubah, tapi karena hati yang sedang berduka. Kabar kecelakaan kereta di Bekasi menyisakan luka yang tak hanya dirasakan oleh keluarga korban, tetapi juga oleh kita semua sebagai sesama manusia. Di tengah duka ini, komunitas pesepeda memilih satu cara sederhana namun penuh makna: bersepeda dalam senyap. Tanpa teriakan, tanpa riuh canda seperti biasanya, kayuhan kali ini menjadi ruang refleksi. Setiap putaran pedal adalah doa yang dipanjatkan. Setiap tarikan napas adalah harapan agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Bersepeda bukan sekadar aktivitas fisik. Ia bisa menjadi bahasa empati. Dalam diam, kita belajar merasakan—bahwa keselamatan adalah hal yang tak pernah bisa dianggap sepele, baik di jalan raya maupun di rel perjalanan. Melalui momen ini, mari kita luangkan waktu sejenak: Menundukkan kepala, mengirimkan doa terbaik untuk para korban Menguatk...
Gerakan menularkan virus keBIKEan dengan bersepeda.