Pagi itu, suasana di kawasan Tugu ANEIM (ANIEM) Magelang terasa berbeda. Puluhan pesepeda dari berbagai komunitas berkumpul, bukan sekadar untuk gowes biasa, tapi membawa satu semangat yang sama: merayakan Hari Bumi dengan aksi nyata lewat Ride4Earth.
Mengayuh sepeda sejauh lebih dari 30 kilometer pulang-pergi, para peserta melaju menuju Sendang Mudal di Kecamatan Sawangan. Perjalanan ini bukan hanya tentang jarak, tapi juga tentang dampak. Dari kegiatan ini, diperkirakan lebih dari 8 kilogram emisi karbon berhasil ditekan—sebuah langkah kecil yang berarti dalam upaya melawan perubahan iklim.
Namun, inti dari Ride4Earth bukan hanya di jalanan.
Sesampainya di Sendang Mudal—sebuah mata air yang kini dikelola oleh BUMDes—para peserta langsung beralih dari gowes ke aksi lingkungan. Lebih dari 50 bibit pohon ditanam, terdiri dari aren, jambu kristal, dan murbei. Bibit-bibit ini merupakan dukungan dari BPBD Kabupaten Magelang, sebagai bagian dari kolaborasi nyata dalam mitigasi bencana, khususnya dalam menjaga keberlanjutan sumber air.Tak berhenti di situ, sekitar 400 ekor benih ikan melem juga dilepaskan ke perairan sendang. Menariknya, benih ikan ini merupakan hasil gotong royong—patungan dari para relawan TemanBIKE. Sebuah bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa tumbuh dari kebersamaan.
Kegiatan ini juga melibatkan relawan dari Paguyuban Peduli Kali Magelang (PPKM), memperkuat semangat kolaborasi lintas komunitas.
Koordinator MagelangBIKE, Siska Sriyoga, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan untuk bergerak bersama. Ancaman krisis iklim dan kekeringan sudah di depan mata, dan salah satu langkah sederhana namun berdampak adalah menanam pohon—terutama tanaman seperti aren yang dikenal mampu menjaga mata air tetap lestari.Di sisi lain, Ahmad Johan selaku pengelola Sendang Mudal menyambut hangat kegiatan ini. Menurutnya, semakin banyak pihak yang peduli, semakin besar harapan untuk menjaga sumber kehidupan ini tetap mengalir bagi generasi mendatang.
Ride4Earth menjadi pengingat bahwa menjaga bumi tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Kadang, cukup dengan mengayuh sepeda, menanam satu pohon, atau melepas benih ikan—kita sudah menjadi bagian dari perubahan.
Dan dari Magelang, semangat itu terus tumbuh. 🌱🚴♂️

.jpeg)
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar