Surat edaran terbaru dari Wali Kota Magelang soal transformasi budaya kerja ASN cukup menarik perhatian. Di tengah dorongan efisiensi energi, ada satu poin yang bikin kami di temanBIKe MagelangBIKe cukup senyum lebar: ajakan untuk beralih ke transportasi ramah lingkungan, termasuk sepeda.
Akhirnya, sepeda mulai dilirik serius.
Kabar Baik: Sepeda Diakui sebagai Solusi
Jujur, kami menyambut baik langkah ini.
Selama ini kami sudah sering bilang—bersepeda itu bukan sekadar gaya hidup, tapi bagian dari solusi. Krisis iklim makin nyata, krisis energi juga bukan isu jauh di sana. Dan sepeda hadir sebagai jawaban yang sederhana tapi berdampak besar.
Tanpa polusi. Tanpa BBM. Minim biaya. Plus bikin badan lebih sehat.
Kalau ASN sebagai bagian dari sistem pemerintahan mulai bersepeda, dampaknya bisa besar. Bukan cuma soal penghematan energi, tapi juga memberi contoh ke masyarakat.
Dan di atas kertas, arah kebijakan ini sudah benar. Bahkan dalam edaran disebutkan perlunya mengurangi penggunaan BBM dan mendorong moda transportasi non-fosil seperti sepeda .
Artinya? Pemerintah sudah sadar masalahnya. Tinggal bagaimana eksekusinya.
Tapi… Realitanya Tidak Sesederhana Itu
Di sisi lain, kami juga nggak bisa menutup mata.
Jujur saja, kami agak pesimis kalau budaya bersepeda di kalangan ASN bisa langsung tumbuh begitu saja.
Kenapa? Karena selama ini sistemnya justru sebaliknya.
ASN terbiasa dengan kendaraan dinas. Ada juga tunjangan BBM. Semua itu membuat penggunaan kendaraan bermotor jadi “default setting”. Nyaman, praktis, dan sudah mengakar.
Nah, mengubah kebiasaan seperti ini bukan perkara gampang. Tidak cukup hanya dengan surat edaran.
Kalau tidak ada dorongan yang lebih kuat—baik dari sisi kebijakan lanjutan, fasilitas pendukung, maupun keteladanan pimpinan—besar kemungkinan ini hanya akan jadi imbauan yang lewat begitu saja.
Jangan Berhenti di Surat Edaran
Di sinilah poin pentingnya.
Kalau pemerintah kota memang serius, gerakan ini harus terus dikampanyekan. Jangan berhenti di satu dokumen lalu selesai.
Lebih dari itu, pejabat harus turun langsung. Ikut bersepeda. Kasih contoh nyata.
Karena jujur saja, masyarakat (dan ASN sendiri) lebih percaya aksi daripada tulisan.
Selain itu, perlu juga ada pendataan yang jelas: berapa ASN yang benar-benar bersepeda ke kantor? Apakah jumlahnya meningkat? Apa kendalanya?
Tanpa data, kita cuma menebak-nebak. Tanpa evaluasi, program bisa jalan di tempat.
Penutup: Mulai dari Gowes, Tapi Harus Konsisten
Kami di temanBIKe MagelangBIKe tetap melihat ini sebagai peluang.
Langkah kecil seperti ajakan bersepeda bisa jadi awal perubahan besar—kalau dijalankan dengan serius dan konsisten.
Kota Magelang punya potensi jadi kota yang lebih ramah sepeda. Tapi itu butuh lebih dari sekadar kebijakan di atas kertas.
Butuh keberanian untuk berubah.
Butuh contoh dari pimpinan.
Dan tentu, butuh komitmen bersama.
Karena pada akhirnya, mengatasi krisis energi dan krisis iklim itu bukan soal wacana.
Tapi soal aksi.
Dan mungkin, dimulai dari satu kayuhan sepeda.
🚴♂️

Komentar
Posting Komentar