Langsung ke konten utama

Bersepeda ke Kantor Belum Menjadi Pilihan ASN Kota Magelang: Sebuah Opini

 


Pagi ini, melalui pengamatan di cek poin Tugu ANIEM dalam kegiatan #JumatBerkah, terlihat sebuah fakta yang menarik sekaligus mengundang pertanyaan. Dari sekian banyak aparatur sipil negara (ASN) yang berangkat bekerja, tercatat baru tiga ASN yang memilih menggunakan sepeda menuju tempat kerja.

Angka tersebut tentu belum bisa dijadikan data ilmiah yang mewakili keseluruhan kondisi ASN Kota Magelang. Namun setidaknya, pengamatan sederhana ini memunculkan sebuah pertanyaan besar: mengapa ASN masih enggan bersepeda ke kantor?

Pertanyaan ini menjadi relevan ketika kondisi lingkungan saat ini sedang tidak baik-baik saja. Krisis iklim akibat polusi udara dari kendaraan bermotor berbahan bakar fosil semakin nyata mengancam kehidupan. Di sisi lain, krisis energi yang dipengaruhi dinamika geopolitik global turut menyebabkan harga bahan bakar terus mengalami tekanan.

Dalam situasi seperti ini, bersepeda bukan sekadar aktivitas olahraga atau hobi, melainkan salah satu solusi sederhana yang bisa dilakukan setiap orang untuk mengurangi emisi, menghemat energi, sekaligus meningkatkan kesehatan.

Mengapa ASN Belum Banyak Bersepeda?

Berdasarkan diskusi dan pengamatan teman-teman BIKe, terdapat beberapa dugaan atau asumsi yang menjadi alasan ASN belum menjadikan sepeda sebagai moda transportasi utama menuju kantor.

Pertama, jarak rumah yang cukup jauh.
Sebagian ASN tinggal di wilayah pinggiran bahkan luar Kota Magelang dengan jarak lebih dari 7 kilometer dari kantor. Bagi sebagian orang, jarak tersebut dianggap cukup berat untuk ditempuh menggunakan sepeda setiap hari.

Kedua, belum memiliki sepeda.
Ada ASN yang mengaku sebenarnya tertarik dan ingin mencoba bersepeda ke kantor, tetapi hingga saat ini belum memiliki sepeda yang dapat digunakan untuk mobilitas harian.

Ketiga, harus mengantar anak ke sekolah.
Rutinitas pagi mengantar anak sekolah menjadi alasan yang cukup sering muncul. Dengan keterbatasan waktu dan kebutuhan mobilitas keluarga, penggunaan kendaraan bermotor dianggap lebih praktis.

Keempat, kondisi jalan yang naik turun.
Kontur wilayah Magelang yang memiliki tanjakan dan turunan membuat sebagian ASN merasa kurang mampu atau kurang percaya diri untuk bersepeda secara rutin.

Kelima, faktor kebiasaan dan motivasi.
Tidak bisa dipungkiri, ada pula ASN yang sebenarnya memiliki sepeda, jarak rumah ke kantor relatif dekat, tetapi belum memiliki dorongan yang cukup kuat untuk mulai bersepeda.

Tantangan Sekaligus Peluang

Berbagai alasan tersebut tentu dapat dipahami. Namun di sisi lain, alasan-alasan itu juga menunjukkan bahwa upaya mendorong budaya bersepeda masih memiliki ruang yang sangat besar untuk dikembangkan.

Bagi ASN yang rumahnya jauh, mungkin bisa dimulai dengan bersepeda satu atau dua kali dalam seminggu. Bagi yang terkendala tanjakan, sepeda listrik bisa menjadi alternatif. Bagi yang belum memiliki sepeda, mungkin dapat dipertimbangkan adanya program dukungan atau insentif tertentu. Yang terpenting adalah membangun kesadaran bahwa setiap perjalanan yang beralih dari kendaraan bermotor ke sepeda memberikan dampak positif bagi lingkungan.

ASN Harus Menjadi Teladan

Gerakan bersepeda ke kantor dan sekolah sejatinya bukan semata-mata tentang transportasi. Tujuannya jauh lebih besar, yaitu mewujudkan kota yang lebih sehat, warga yang lebih sehat, serta menunjukkan kepedulian terhadap krisis lingkungan dan energi yang sedang terjadi.

Dalam konteks ini, ASN Pemerintah Kota Magelang memiliki posisi strategis. Mereka bukan hanya pelaksana kebijakan, tetapi juga figur yang dapat menjadi contoh bagi masyarakat. Ketika ASN mulai bersepeda ke kantor, pesan yang tersampaikan kepada publik akan jauh lebih kuat dibanding sekadar kampanye atau slogan.

Gerakan perubahan tidak mungkin hanya mengandalkan komunitas pesepeda. Pemerintah kota sebagai pembuat kebijakan perlu hadir sebagai penggerak utama sekaligus pemberi teladan. Budaya bersepeda akan lebih mudah tumbuh ketika masyarakat melihat para pemimpinnya ikut melakukannya.

Mungkin saat ini baru tiga ASN yang bersepeda melintas di cek poin Tugu ANIEM. Namun setiap perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Harapannya, tiga pesepeda hari ini dapat menjadi tiga puluh, lalu tiga ratus, hingga akhirnya bersepeda menjadi bagian dari budaya Kota Magelang yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puluhan Pesepeda Antusias Ikut Magelang Night Ride Reborn

Puluhan pegiat sepeda yang tergabung beberapa komunitas, mencoba membangkitkan kembali gerakan bersepeda tiap malam Jumat. Kegiatan itu sempat terhenti saat meluasnya pandemi covid 19. Jumat Malam (20/6) puluhan pegiat sepeda memenuhi jalur sepeda kota Magelang. Mereka tergabung dalam komunitas fixie, lowrider, sepeda komuter, sepeda lipat dan sebagainya  mengikuti kegiatan ‘Magelang Night Ride’. ‘’Bertajuk Magelang Right Ride Reborn, kami ada dan berlipat ganda,’’ kata Koordinator  Acara Carwin Deviantoro, Dilengkapi lampu warna warni, puluhan pesepeda berkumpul di Tugu Aniem, Aloon-aloon Kota Magelang. Menyusuri jalur sepeda,  pesepeda antusias  mengikuti Magelang Night Ride atau bersepeda malam. Kegiatan itu,  lanjut Carwin, juga dikuti  beberapa warga masyarakat yang tertarik mengikutinya. Dengan lampu warna warni dan berkelap kelip, rombongan pesepeda melintas di jalanan di Kota Magelang.  Carwin mengungkapkan,  kegiatan ini sebagai wadah ber...

Puluhan pesepeda ramaikan gelaran MFWC#44 dan MFSR#1

Selama dua hari berturut-turut, Sabtu (06/07) dan Minggu (06/07) puluhan pesepeda antusias ikuti bersepeda bersama dalam acara Magelang First Week Cycling (MFWC) ke 44  dan Magelang First Sunday Ride (MFSR) Pertama.  Puluhan peserta didominasi Gen Z dengan berbagai jenis sepeda, seperti gravel, commuter maupun fixie. Tampak ikuti kegiatan MFWC ini, Ketua DPRD Kota Magelang, Evin Kamil pada hari Sabtu. Dikutip dari akun instagram pribadinya, Evin Kamil menyatakan bahwa selain menyehatkan kegiatan semacam ini juga sebagai langkah kecil mengurangi emisi dengan bersepeda sebagai kendaraan ramah lingkungan.  Dia berharap, kegiatan positif semacam ini terus berjalan agar Kota Magelang selalu menjadi kota yang nyamam, asri penuh dengan semangat kebersamaan.  Doni Akmarudin, selaku koordinator MFWC menambahkan bahwa MFWC merupakan kegiatan rutin bersepeda yang dilakukan pada sabtu sore pertama tiap bulannya. Dan MFWC kali ini adalah yang ke 44 setelah vakum selama 5 tahun ak...

MagelangBIKE halalBIKEhalal dengan Komunitas Sepeda Magelang

Lebih dari 50 pesepeda dari berbagai komunitas berkumpul di tugu aniem aloon - aloon.  Masih dalam suasana lebaran sambil bertukar  kue kering hari raya dari rumah mereka saling pesepeda  bersalam-salaman.  Selanjutnya, pesepeda berbagai komunitas keliling kota. Menempuh jarak total hampir 19 km. Rute yang ditempuh susuri jalur sepeda jalan a. Yani keluar masuk perkampungan dan berakhir di aloon - aloon Kota Magelang.  Menurut siska sriyoga atau biasa disapa masyoga, Acara ini diselenggarakan untuk mempererat tali persaudaraan pesepeda di kota magelang. Tidak hanya itu, kegiatan ini untuk menggaungkan kembali semangat bersepeda bagi masyarakat.  "Acara ini sekaligus dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Magelang ke 1119"  Pesepeda sempat berhenti di beberapa titik yang jarang dilalui pesepeda salah satunya kampung habitat.   Dodi, salah satu peserta yang berasal dari Yogyakarta menyambut gembira kegiatan hari ini. Terlebih ketika di aloon-al...