Langsung ke konten utama

Go Green Jangan Berhenti di Seremoni: Saatnya Magelang Mengayuh Perubahan


Hari ini, kawasan Perumahan Armada Estate menjadi lokasi penyelenggaraan Peringatan Hari Lingkungan Hidup sekaligus launching program Go Green yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang.

Kegiatan ini cukup menarik dan patut diapresiasi. Berbagai agenda bertema lingkungan ditampilkan, mulai dari pengolahan sampah, panen di lahan tidur untuk mendukung ketahanan pangan, penanaman pohon, hingga pameran UMKM. Panitia juga berupaya mengurangi sampah plastik dengan menyediakan makanan ringan tanpa kemasan plastik dan mengimbau peserta membawa tumbler masing-masing.

Acara yang diawali dengan senam bersama tersebut turut menghadirkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari OPD, BUMD, ketua RT/RW, pelajar, hingga komunitas.

Semangat yang dibangun tentu layak mendapat apresiasi. Namun, jika tujuannya adalah mewujudkan Kota Magelang yang benar-benar hijau dan berkelanjutan, ada beberapa hal yang kiranya dapat menjadi bahan evaluasi agar kegiatan serupa di masa depan lebih berdampak, lebih bergaung, dan tidak berhenti pada aspek seremonial.

Salah satunya adalah mendorong peserta menggunakan moda transportasi ramah lingkungan menuju lokasi acara. Misalnya dengan ajakan menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau sistem berangkat bersama (carpooling) selama jarak dan kondisi memungkinkan.

Bayangkan jika dalam undangan terdapat ajakan untuk bersepeda ke lokasi, disertai fasilitas parkir sepeda yang nyaman dan ditempatkan di area utama sebagai bentuk apresiasi bagi peserta yang memilih moda transportasi rendah emisi. Bahkan akan lebih menarik lagi apabila peserta diajak menghitung dan melaporkan jumlah emisi karbon yang berhasil dihemat (carbon saved) dari perjalanan mereka menuju lokasi acara.

Sayangnya, hal tersebut belum terlihat dalam kegiatan kali ini. Tidak tersedia area parkir sepeda khusus dan sebagian besar peserta, termasuk pejabat pemerintah kota, hadir menggunakan kendaraan bermotor.

Padahal, aspek transportasi merupakan salah satu sumber emisi karbon yang cukup besar dalam kehidupan sehari-hari. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi sesungguhnya merupakan langkah nyata dalam upaya mengurangi polusi udara dan menghadapi krisis iklim.

Hal lain yang cukup disayangkan adalah tidak terlihatnya keterlibatan komunitas pesepeda, termasuk temanBIKe, dalam kegiatan ini. Mungkin panitia memiliki pertimbangan tersendiri. Namun jika komunitas pesepeda belum dilibatkan karena dianggap tidak berkontribusi langsung terhadap program Go Green, maka paradigma tersebut perlu ditinjau kembali.

Faktanya, para pesepeda adalah kelompok masyarakat yang setiap hari secara nyata mengurangi emisi karbon dengan memilih moda transportasi tanpa bahan bakar fosil. Mereka bukan hanya berolahraga atau berekreasi, tetapi juga sedang mempraktikkan gaya hidup rendah karbon yang sejalan dengan semangat lingkungan hidup.

Karena itu, sudah saatnya muncul perubahan cara pandang, khususnya di kalangan ASN dan para pemangku kebijakan. Sepeda tidak semata-mata alat olahraga, melainkan juga alat mobilitas yang ramah lingkungan, hemat energi, sehat, dan bebas polusi.

Kita masih sering melihat bahwa konsep Go Green dipersempit pada kegiatan menanam pohon, senam bersama, atau aksi bersih-bersih lingkungan. Semua itu penting, tetapi belum cukup.

Ancaman krisis iklim saat ini semakin nyata. Kualitas udara yang menurun, suhu yang semakin panas, hingga ketergantungan terhadap energi fosil merupakan persoalan yang harus dihadapi bersama.

Olahraga seperti jogging, lari, maupun senam tentu baik bagi kesehatan. Namun manfaatnya akan berkurang apabila lingkungan tempat kita hidup terus mengalami pencemaran udara. Begitu pula dengan isu energi. Minyak bumi adalah sumber daya yang tidak terbarukan. Persediaannya semakin terbatas, sementara kebutuhan terus meningkat dan harga cenderung naik dari waktu ke waktu.

Karena itu, membangun budaya mobilitas yang lebih bijak menjadi bagian penting dari gerakan lingkungan hidup. Mengurangi perjalanan yang tidak perlu dengan kendaraan bermotor dan mulai membiasakan berjalan kaki atau bersepeda untuk jarak dekat adalah langkah sederhana yang dapat dilakukan siapa saja.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup dan launching Go Green hari ini merupakan langkah awal yang baik. Namun akan lebih kuat lagi apabila diikuti dengan kebijakan dan contoh nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.

Mari bersama-sama membangun Kota Magelang yang benar-benar hijau. Tidak hanya dengan menanam pohon, tetapi juga dengan mengubah cara kita bergerak, bepergian, dan beraktivitas. Salah satunya, dengan lebih banyak bersepeda.

Karena kota yang hijau bukan hanya kota yang banyak pohonnya, tetapi juga kota yang memberi ruang bagi warganya untuk hidup sehat, nyaman, dan rendah emisi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puluhan Pesepeda Antusias Ikut Magelang Night Ride Reborn

Puluhan pegiat sepeda yang tergabung beberapa komunitas, mencoba membangkitkan kembali gerakan bersepeda tiap malam Jumat. Kegiatan itu sempat terhenti saat meluasnya pandemi covid 19. Jumat Malam (20/6) puluhan pegiat sepeda memenuhi jalur sepeda kota Magelang. Mereka tergabung dalam komunitas fixie, lowrider, sepeda komuter, sepeda lipat dan sebagainya  mengikuti kegiatan ‘Magelang Night Ride’. ‘’Bertajuk Magelang Right Ride Reborn, kami ada dan berlipat ganda,’’ kata Koordinator  Acara Carwin Deviantoro, Dilengkapi lampu warna warni, puluhan pesepeda berkumpul di Tugu Aniem, Aloon-aloon Kota Magelang. Menyusuri jalur sepeda,  pesepeda antusias  mengikuti Magelang Night Ride atau bersepeda malam. Kegiatan itu,  lanjut Carwin, juga dikuti  beberapa warga masyarakat yang tertarik mengikutinya. Dengan lampu warna warni dan berkelap kelip, rombongan pesepeda melintas di jalanan di Kota Magelang.  Carwin mengungkapkan,  kegiatan ini sebagai wadah ber...

Puluhan pesepeda ramaikan gelaran MFWC#44 dan MFSR#1

Selama dua hari berturut-turut, Sabtu (06/07) dan Minggu (06/07) puluhan pesepeda antusias ikuti bersepeda bersama dalam acara Magelang First Week Cycling (MFWC) ke 44  dan Magelang First Sunday Ride (MFSR) Pertama.  Puluhan peserta didominasi Gen Z dengan berbagai jenis sepeda, seperti gravel, commuter maupun fixie. Tampak ikuti kegiatan MFWC ini, Ketua DPRD Kota Magelang, Evin Kamil pada hari Sabtu. Dikutip dari akun instagram pribadinya, Evin Kamil menyatakan bahwa selain menyehatkan kegiatan semacam ini juga sebagai langkah kecil mengurangi emisi dengan bersepeda sebagai kendaraan ramah lingkungan.  Dia berharap, kegiatan positif semacam ini terus berjalan agar Kota Magelang selalu menjadi kota yang nyamam, asri penuh dengan semangat kebersamaan.  Doni Akmarudin, selaku koordinator MFWC menambahkan bahwa MFWC merupakan kegiatan rutin bersepeda yang dilakukan pada sabtu sore pertama tiap bulannya. Dan MFWC kali ini adalah yang ke 44 setelah vakum selama 5 tahun ak...

MagelangBIKE halalBIKEhalal dengan Komunitas Sepeda Magelang

Lebih dari 50 pesepeda dari berbagai komunitas berkumpul di tugu aniem aloon - aloon.  Masih dalam suasana lebaran sambil bertukar  kue kering hari raya dari rumah mereka saling pesepeda  bersalam-salaman.  Selanjutnya, pesepeda berbagai komunitas keliling kota. Menempuh jarak total hampir 19 km. Rute yang ditempuh susuri jalur sepeda jalan a. Yani keluar masuk perkampungan dan berakhir di aloon - aloon Kota Magelang.  Menurut siska sriyoga atau biasa disapa masyoga, Acara ini diselenggarakan untuk mempererat tali persaudaraan pesepeda di kota magelang. Tidak hanya itu, kegiatan ini untuk menggaungkan kembali semangat bersepeda bagi masyarakat.  "Acara ini sekaligus dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Magelang ke 1119"  Pesepeda sempat berhenti di beberapa titik yang jarang dilalui pesepeda salah satunya kampung habitat.   Dodi, salah satu peserta yang berasal dari Yogyakarta menyambut gembira kegiatan hari ini. Terlebih ketika di aloon-al...