Langsung ke konten utama

Apa Sih Gerakan #JumatBersepeda dan Mengapa Kita Perlu Mendukungnya?

Pernahkah kita berpikir bahwa perjalanan harian menuju kantor, sekolah, atau kampus ternyata memiliki dampak besar terhadap lingkungan?

Saat ini penggunaan kendaraan bermotor pribadi berbahan bakar fosil masih menjadi pilihan utama banyak orang. Di satu sisi kendaraan bermotor memang memberikan kemudahan mobilitas, tetapi di sisi lain penggunaan bahan bakar fosil menghasilkan emisi gas rumah kaca yang mempercepat pemanasan global, mencemari udara, dan meningkatkan risiko berbagai penyakit akibat polusi.

Belum lagi bahan bakar fosil merupakan sumber energi yang tidak terbarukan. Cadangannya semakin menipis, sementara kebutuhan energi terus meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir kita juga menyaksikan bagaimana situasi geopolitik dunia dapat memicu lonjakan harga minyak yang akhirnya berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, muncul sebuah langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh siapa saja: bersepeda.

Apa itu #JumatBersepeda?

#JumatBersepeda merupakan gerakan pembiasaan untuk menggunakan sepeda menuju kantor, sekolah, kampus, atau tempat aktivitas lainnya setidaknya satu kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat.

Gerakan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor berbahan bakar fosil. Bukan berarti semua orang harus langsung meninggalkan kendaraan bermotor sepenuhnya, tetapi mulai mengganti sebagian perjalanan yang memungkinkan dengan bersepeda.

Jarak yang ditempuh tidak harus jauh. Yang terpenting adalah menyesuaikan dengan kondisi kesehatan, kemampuan fisik, dan situasi perjalanan masing-masing.

Mengapa Bersepeda Penting?

Bersepeda memberikan banyak manfaat sekaligus.

1. Mengurangi Emisi Karbon

Setiap perjalanan yang dilakukan dengan sepeda berarti mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan emisi karbon yang dihasilkan kendaraan bermotor.

Melalui gerakan #JumatBersepeda, peserta diajak untuk mencatat nilai carbon saved atau emisi karbon yang berhasil dihemat. Dari sini akan tumbuh kesadaran bahwa tindakan kecil yang dilakukan banyak orang secara bersama-sama dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.

2. Udara Kota Menjadi Lebih Bersih

Polusi udara menjadi salah satu tantangan kota-kota modern. Semakin banyak kendaraan bermotor di jalan, semakin besar pula emisi yang dilepaskan ke udara.

Ketika lebih banyak warga bersepeda, kualitas udara dapat menjadi lebih baik dan lingkungan perkotaan menjadi lebih sehat untuk ditinggali.

3. Menjaga Kesehatan

Bersepeda bukan hanya baik untuk lingkungan, tetapi juga baik untuk tubuh. Aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kebugaran, dan mengurangi risiko berbagai penyakit tidak menular.

4. Mengurangi Kemacetan dan Ketergantungan Energi Fosil

Semakin banyak perjalanan pendek yang digantikan dengan sepeda, semakin berkurang pula kepadatan kendaraan di jalan. Pada saat yang sama, konsumsi bahan bakar fosil juga ikut menurun.

Untuk Siapa Gerakan Ini?

Gerakan #JumatBersepeda terbuka untuk semua kalangan.

Tidak hanya ASN atau pegawai pemerintah, tetapi juga pegawai swasta, mahasiswa, pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum.

Semakin banyak kelompok masyarakat yang terlibat, semakin besar dampak yang dapat dihasilkan.

Tantangan di Kota Magelang

Pemerintah Kota Magelang sebenarnya telah memiliki komitmen untuk mendorong budaya bersepeda. Salah satunya melalui Surat Edaran Wali Kota yang mengimbau ASN untuk bersepeda pada Jumat minggu ketiga setiap bulan.

Namun jika diamati, jumlah ASN yang bersepeda ke kantor masih relatif sedikit. Apalagi jika targetnya adalah membangun kebiasaan bersepeda setiap minggu atau bahkan setiap hari kerja.

Di sinilah pentingnya evaluasi dan pengukuran keberhasilan kebijakan. Surat edaran tidak cukup hanya diterbitkan, tetapi perlu diikuti dengan langkah nyata yang dapat mendorong perubahan perilaku.

Dari Imbauan Menjadi Aksi

Pemerintah dapat mengambil peran lebih besar untuk mendukung gerakan ini.

Misalnya, Dinas Lingkungan Hidup dapat mulai mengembangkan sistem atau tautan pelaporan bagi ASN untuk menyetorkan data carbon saved dari perjalanan bersepeda mereka.

Sementara itu, Dinas Perhubungan dapat memperkuat pengawasan dan patroli jalur sepeda secara rutin untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pesepeda di jalan.

Langkah-langkah tersebut memang tidak mudah. Namun perubahan budaya transportasi memang membutuhkan konsistensi dan dukungan berbagai pihak.

TemanBIKE dan Harapan ke Depan

Gerakan #JumatBersepeda telah diinisiasi oleh TemanBIKE sebagai upaya membangun kebiasaan bersepeda di Kota Magelang. Namun gerakan ini tentu membutuhkan dukungan yang lebih luas, termasuk dari pemerintah, sekolah, kampus, dunia usaha, dan masyarakat.

Jika budaya bersepeda mulai tumbuh dan menjadi kebiasaan, bukan tidak mungkin Gerakan Magelang Bersepeda untuk Kerja dan Sekolah (Gelang Berkah) yang pernah dicanangkan pada tahun 2024 dapat diaktifkan kembali dengan semangat yang lebih kuat.

Pada akhirnya, tujuan yang ingin dicapai bukan sekadar menambah jumlah pesepeda. Lebih dari itu, kita ingin mewujudkan Kota Magelang sebagai kota hijau, kota ramah sepeda, dan kota yang nyaman untuk manusia.

Karena kota yang baik bukanlah kota yang dipenuhi mesin, melainkan kota yang memberi ruang bagi manusia untuk hidup, bergerak, dan berinteraksi dengan sehat.

Mari mulai dari satu hari dalam seminggu.

Mari mulai dari satu kayuhan.

Mari dukung #JumatBersepeda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puluhan Pesepeda Antusias Ikut Magelang Night Ride Reborn

Puluhan pegiat sepeda yang tergabung beberapa komunitas, mencoba membangkitkan kembali gerakan bersepeda tiap malam Jumat. Kegiatan itu sempat terhenti saat meluasnya pandemi covid 19. Jumat Malam (20/6) puluhan pegiat sepeda memenuhi jalur sepeda kota Magelang. Mereka tergabung dalam komunitas fixie, lowrider, sepeda komuter, sepeda lipat dan sebagainya  mengikuti kegiatan ‘Magelang Night Ride’. ‘’Bertajuk Magelang Right Ride Reborn, kami ada dan berlipat ganda,’’ kata Koordinator  Acara Carwin Deviantoro, Dilengkapi lampu warna warni, puluhan pesepeda berkumpul di Tugu Aniem, Aloon-aloon Kota Magelang. Menyusuri jalur sepeda,  pesepeda antusias  mengikuti Magelang Night Ride atau bersepeda malam. Kegiatan itu,  lanjut Carwin, juga dikuti  beberapa warga masyarakat yang tertarik mengikutinya. Dengan lampu warna warni dan berkelap kelip, rombongan pesepeda melintas di jalanan di Kota Magelang.  Carwin mengungkapkan,  kegiatan ini sebagai wadah ber...

Puluhan pesepeda ramaikan gelaran MFWC#44 dan MFSR#1

Selama dua hari berturut-turut, Sabtu (06/07) dan Minggu (06/07) puluhan pesepeda antusias ikuti bersepeda bersama dalam acara Magelang First Week Cycling (MFWC) ke 44  dan Magelang First Sunday Ride (MFSR) Pertama.  Puluhan peserta didominasi Gen Z dengan berbagai jenis sepeda, seperti gravel, commuter maupun fixie. Tampak ikuti kegiatan MFWC ini, Ketua DPRD Kota Magelang, Evin Kamil pada hari Sabtu. Dikutip dari akun instagram pribadinya, Evin Kamil menyatakan bahwa selain menyehatkan kegiatan semacam ini juga sebagai langkah kecil mengurangi emisi dengan bersepeda sebagai kendaraan ramah lingkungan.  Dia berharap, kegiatan positif semacam ini terus berjalan agar Kota Magelang selalu menjadi kota yang nyamam, asri penuh dengan semangat kebersamaan.  Doni Akmarudin, selaku koordinator MFWC menambahkan bahwa MFWC merupakan kegiatan rutin bersepeda yang dilakukan pada sabtu sore pertama tiap bulannya. Dan MFWC kali ini adalah yang ke 44 setelah vakum selama 5 tahun ak...

MagelangBIKE halalBIKEhalal dengan Komunitas Sepeda Magelang

Lebih dari 50 pesepeda dari berbagai komunitas berkumpul di tugu aniem aloon - aloon.  Masih dalam suasana lebaran sambil bertukar  kue kering hari raya dari rumah mereka saling pesepeda  bersalam-salaman.  Selanjutnya, pesepeda berbagai komunitas keliling kota. Menempuh jarak total hampir 19 km. Rute yang ditempuh susuri jalur sepeda jalan a. Yani keluar masuk perkampungan dan berakhir di aloon - aloon Kota Magelang.  Menurut siska sriyoga atau biasa disapa masyoga, Acara ini diselenggarakan untuk mempererat tali persaudaraan pesepeda di kota magelang. Tidak hanya itu, kegiatan ini untuk menggaungkan kembali semangat bersepeda bagi masyarakat.  "Acara ini sekaligus dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Magelang ke 1119"  Pesepeda sempat berhenti di beberapa titik yang jarang dilalui pesepeda salah satunya kampung habitat.   Dodi, salah satu peserta yang berasal dari Yogyakarta menyambut gembira kegiatan hari ini. Terlebih ketika di aloon-al...