Jumat malam, 29 Mei 2026, suasana Tugu ANIEM tampak berbeda dari biasanya. Puluhan pesepeda dari berbagai usia — mulai anak muda hingga pesepeda senior — berkumpul membawa sepeda lengkap dengan lampu kelap-kelip warna-warni yang menyala di tengah malam Kota Magelang.
Mereka datang bukan sekadar untuk gowes santai. Malam itu, Magelang Last Friday Ride berubah menjadi suara protes jalanan.
Tepat pukul 20.00 WIB, rombongan mulai bergerak dari kawasan Tugu ANIEM. Namun ada yang berbeda dari rute biasanya. Jika umumnya pesepeda memilih jalur sepeda atau sisi kiri jalan, kali ini rombongan justru memenuhi jalur cepat kota.
Bukan tanpa alasan.
Aksi tersebut menjadi simbol keresahan pesepeda terhadap kondisi jalan yang dinilai belum ramah bagi pengguna sepeda. Jalur sepeda yang kerap dipakai parkir liar, dipenuhi kendaraan bermotor, hingga minim perlindungan keselamatan membuat banyak pesepeda merasa “tersisih” di kotanya sendiri.
Malam itu, para pesepeda mencoba menyampaikan pesan sederhana namun keras:
jalan raya bukan hanya milik kendaraan bermotor.
Gerakan ini terinspirasi dari semangat Critical Mass, sebuah gerakan bersepeda massal yang pertama kali muncul di San Francisco pada tahun 1992. Saat itu, para pesepeda turun ke jalan secara beramai-ramai untuk menunjukkan bahwa sepeda juga bagian dari lalu lintas kota.
Mereka mengusung semangat:
hak pesepeda atas ruang jalan,
kota yang lebih manusiawi,
pengurangan polusi kendaraan bermotor,
serta kepedulian terhadap krisis iklim.
Slogan terkenal mereka bahkan berbunyi:
“We are traffic.”
Kami adalah bagian dari lalu lintas.
Semangat serupa terasa di Magelang. Di tengah deretan lampu sepeda yang berkedip dan kayuhan roda yang memenuhi jalan kota, peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Tidak sedikit pengguna jalan yang menoleh, merekam, bahkan memberi dukungan saat rombongan melintas.
Bagi peserta, kegiatan ini bukan sekadar night ride komunitas. Ini adalah ajakan agar pemerintah lebih serius menghadirkan jalan yang aman dan layak bagi pesepeda. Sekaligus pengingat bahwa krisis lingkungan dan polusi udara kota tidak bisa terus diabaikan.
Peserta juga berharap masyarakat semakin sadar bahwa bersepeda bukan hanya olahraga, tetapi bagian dari solusi transportasi ramah lingkungan.
Menariknya, aksi serupa dilaksanakan serentak di berbagai kota di Indonesia dalam format Last Friday Ride maupun Critical Mass lokal. Dari kota besar hingga kota kecil, suara para pesepeda mulai terdengar semakin nyaring:
kota yang sehat adalah kota yang memberi ruang aman bagi manusia, bukan hanya mesin kendaraan.
Dan Jumat malam itu, di jalanan Kota Magelang, suara itu ikut bergema lewat dering bel sepeda dan cahaya lampu yang menembus malam.
Komentar
Posting Komentar