Langsung ke konten utama

Bergerak dan Berbagi di Malam Hari: Cerita Magelang Last Friday Ride




Malam di Kota Magelang terasa berbeda dari biasanya. Puluhan pesepeda dari berbagai komunitas dan perorangan yang tergabung dalam gerakan magelangBIKE berkumpul di Tugu Aniem. Dengan lampu sepeda menyala dan besek bambu di tangan, mereka bersiap mengayuh dalam gelaran Magelang Last Friday Ride bertema “Bergerak dan Berbagi.”

Kegiatan ini bukan sekadar gowes malam biasa. Jika biasanya Jumat malam identik dengan agenda rutin komunitas Magelang NightRide, maka setiap Jumat terakhir dalam sebulan dikemas lebih istimewa. Apalagi dalam momentum Ramadan, para pesepeda dihimbau membawa sembako yang dikemas dalam besek bambu untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Mengayuh 10 Kilometer, Menyapa dan Berbagi

Sekitar lebih dari 40 pesepeda ambil bagian. Mayoritas didominasi generasi Z yang penuh semangat. Mereka menempuh jarak kurang lebih 10 kilometer menyusuri ruas-ruas jalan Kota Magelang: Jalan Pemuda – Pasar Tarumanegara – Jalan Sudirman – Jalan Ikhlas – Jalan Gatot Subroto – Jalan Diponegoro – Jalan Pahlawan – Jalan Ade Irma Suryani – Jalan A. Yani, dan berakhir di Alun-Alun Kota Magelang.

Di sepanjang perjalanan, rombongan berhenti untuk membagikan besek sembako kepada juru parkir, pedagang gerobak keliling, pemulung, hingga tukang becak. Interaksi singkat, senyum hangat, dan ucapan terima kasih menjadi momen sederhana yang menguatkan makna kegiatan ini.

Lebih dari Sekadar Bersepeda

Menurut koordinator kegiatan, Siska Sriyoga atau yang akrab disapa Masyoga, aksi serupa juga dilaksanakan serentak di lebih dari 20 kota di Indonesia. Beberapa di antaranya di Yogyakarta, Jakarta, Denpasar, Malang, Kendari, Demak, Bogor, Pemalang, dan Bandung.

Tujuan kegiatan ini tidak hanya mengampanyekan sepeda sebagai moda transportasi ramah lingkungan dan bebas polusi, tetapi juga membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat. Pemilihan besek bambu sebagai wadah sembako menjadi simbol kearifan lokal sekaligus upaya mengurangi penggunaan kantong plastik, selaras dengan semangat mendukung program pemerintah untuk kota yang lebih bersih dan asri.

Dampak Nyata untuk Lingkungan

Selain berbagi, kegiatan ini juga berdampak positif bagi lingkungan. Dari pencatatan sederhana, setiap pesepeda berhasil menghindarkan emisi sekitar 2,29 kg CO₂. Dengan jumlah peserta lebih dari 40 orang, total karbon yang dihemat menjadi kontribusi nyata menuju kota yang lebih sehat.

Merawat Kepedulian, Menjaga Konsistensi

Antusiasme generasi muda yang mendominasi kegiatan malam itu menjadi sinyal positif. Bersepeda bukan lagi sekadar gaya hidup, tetapi menjadi medium kampanye lingkungan sekaligus gerakan sosial.

Magelang Last Friday Ride membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal sederhana: mengayuh sepeda, membawa besek, dan menyapa sesama. Dari jalanan Kota Magelang, lahir pesan kuat bahwa bergerak bersama dapat menghadirkan dampak yang lebih luas—untuk lingkungan, untuk kota, dan untuk kemanusiaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puluhan Pesepeda Antusias Ikut Magelang Night Ride Reborn

Puluhan pegiat sepeda yang tergabung beberapa komunitas, mencoba membangkitkan kembali gerakan bersepeda tiap malam Jumat. Kegiatan itu sempat terhenti saat meluasnya pandemi covid 19. Jumat Malam (20/6) puluhan pegiat sepeda memenuhi jalur sepeda kota Magelang. Mereka tergabung dalam komunitas fixie, lowrider, sepeda komuter, sepeda lipat dan sebagainya  mengikuti kegiatan ‘Magelang Night Ride’. ‘’Bertajuk Magelang Right Ride Reborn, kami ada dan berlipat ganda,’’ kata Koordinator  Acara Carwin Deviantoro, Dilengkapi lampu warna warni, puluhan pesepeda berkumpul di Tugu Aniem, Aloon-aloon Kota Magelang. Menyusuri jalur sepeda,  pesepeda antusias  mengikuti Magelang Night Ride atau bersepeda malam. Kegiatan itu,  lanjut Carwin, juga dikuti  beberapa warga masyarakat yang tertarik mengikutinya. Dengan lampu warna warni dan berkelap kelip, rombongan pesepeda melintas di jalanan di Kota Magelang.  Carwin mengungkapkan,  kegiatan ini sebagai wadah ber...

MagelangBIKE halalBIKEhalal dengan Komunitas Sepeda Magelang

Lebih dari 50 pesepeda dari berbagai komunitas berkumpul di tugu aniem aloon - aloon.  Masih dalam suasana lebaran sambil bertukar  kue kering hari raya dari rumah mereka saling pesepeda  bersalam-salaman.  Selanjutnya, pesepeda berbagai komunitas keliling kota. Menempuh jarak total hampir 19 km. Rute yang ditempuh susuri jalur sepeda jalan a. Yani keluar masuk perkampungan dan berakhir di aloon - aloon Kota Magelang.  Menurut siska sriyoga atau biasa disapa masyoga, Acara ini diselenggarakan untuk mempererat tali persaudaraan pesepeda di kota magelang. Tidak hanya itu, kegiatan ini untuk menggaungkan kembali semangat bersepeda bagi masyarakat.  "Acara ini sekaligus dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Magelang ke 1119"  Pesepeda sempat berhenti di beberapa titik yang jarang dilalui pesepeda salah satunya kampung habitat.   Dodi, salah satu peserta yang berasal dari Yogyakarta menyambut gembira kegiatan hari ini. Terlebih ketika di aloon-al...

Puluhan pesepeda ramaikan gelaran MFWC#44 dan MFSR#1

Selama dua hari berturut-turut, Sabtu (06/07) dan Minggu (06/07) puluhan pesepeda antusias ikuti bersepeda bersama dalam acara Magelang First Week Cycling (MFWC) ke 44  dan Magelang First Sunday Ride (MFSR) Pertama.  Puluhan peserta didominasi Gen Z dengan berbagai jenis sepeda, seperti gravel, commuter maupun fixie. Tampak ikuti kegiatan MFWC ini, Ketua DPRD Kota Magelang, Evin Kamil pada hari Sabtu. Dikutip dari akun instagram pribadinya, Evin Kamil menyatakan bahwa selain menyehatkan kegiatan semacam ini juga sebagai langkah kecil mengurangi emisi dengan bersepeda sebagai kendaraan ramah lingkungan.  Dia berharap, kegiatan positif semacam ini terus berjalan agar Kota Magelang selalu menjadi kota yang nyamam, asri penuh dengan semangat kebersamaan.  Doni Akmarudin, selaku koordinator MFWC menambahkan bahwa MFWC merupakan kegiatan rutin bersepeda yang dilakukan pada sabtu sore pertama tiap bulannya. Dan MFWC kali ini adalah yang ke 44 setelah vakum selama 5 tahun ak...